4# Para nabi tidak memiliki hak memberi hidayah #2

Dan inilah Al Kholil, Nabi Ibrohim yang sedang berbincang kepada bapaknya, beliau berkata QS. Maryam : 42 – 45

“Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikitpun. Wahai ayahku, sungguh, telah sampa kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscara aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah syaithon. Sungguh, syaithon itu durhakan kepada Robb Yang Maha Pemurah. Wahai ayahku, aku sungguh khawatir, engkau akan ditimpa adzab dari Robb Yang Maha Pemurah, sehingga engkau menjadi teman bagi syaithon.”

Tetapi apakah jawaban sang ayah ketika anaknya senantiasa berseru dengan berkata,”Wahai ayahku, wahai ayahku, wahai ayahku, wahai ayahku.”

Sang ayah menolak dengan keras dan sama sekali tidak mengikuti ajakan anaknya, bahkan dia memberikan ancaman kepadanya dengan berkata QS. Maryam 46

“Bencikah engkau kepada sembahan-sembahanku, hai Ibrohim ? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”

Maha Suci Alloh, benarlah bahwa hanya Alloh-lah yang memberikan hidayah.

Renungkanlah apa yang dilakukan oleh ayah tersebut, dan bandingkanlah dia dengan Isma’il bin Ibrohim. Nabi Isma’il adalah seorang anak yang selalu menepati janjinya, ayahnya berkata kepadanya QS. Ash Shooffaat : 102

“Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu…”

Maha Suci Alloh, Robb yang memberikan petunjuk, Maha Suci Alloh yang menurunkan ketenangan ke dalam hati hamba-Nya. Nabi Isma’il berkata QS. Ash Shooffatt : 102

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Alloh kepada Anda, Insya Alloh Anda akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Maha Suci Alloh, beliau sama sekali tidak akan pernah bersabar kecuali dengan kehendak Alloh. Maha Suci Alloh yang QS. Ar Ruum : 19

“Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup”

Maha Suci Alloh yang telah mengeluarkan Imam agama Tauhid, yaitu Nabi Ibrohim dari tulang rusuk seorang kafir. Hanya milik Alloh-lah segala penciptaan dan urusan, dan hanya kepada Alloh-lah segala urusan dikembalikan. QS An Najm : 42

“Dan sesungguhnya kepada Robb-mulah kesudahan segala sesuatu.”

Karena itu, apapun – wahai para ibu dan ayah – yang Anda lakukan, maka Anda sama sekali tidak dapat memberi hidayah sedikitpun kepada anak-anak Anda, Yang Anda lakukan hanyalah sebab, sebuah jalan yang ditempuh, dan sebuah usaha yang dilakukan. Sama saja, walaupun pelakunya adalah seorang Nabi atau Rosul, seorang raja atau seorang pemimpin yang besar. Bacalah firman Alloh yang mengkisahkan Nabi Ibrohim dan Ishaq. Alloh berfirman QS. Ash Shooffaat : 113

“Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada pula yang zholim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.”

Bersambung …….

Diambil dari buku : Anakku, sudah tepatkah pendidikannya ? – Mushthofa Al Adawi – Pustaka Ibnu Katsir hal  16-18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *